Tugas filsafat : Matematika dan Statistika

MATEMATIKA

Matematika berasal dari bahasa latin “mathematika” yang mulanya diambil dari bahasa latin “mathematike” yang berate mempelajari. Matematika merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan,logis,berjenjang dari yang paling mudah ke paling rumit.

 

Matematika sebagai bahasa

            Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkain makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Matematika memiliki lambang-lambang bersifat “artificial”. Lambang tersebut akan mempunyai arti setelahg sebuah makna diberikan kepadanya. Tanpa hal tersebut matematika hanya sebagai kumpulan rumus-rumus yang mati.

Untuk mengatasi kekurangan yang terdapat pada bahasa maka kitra menggunakan matematika. Dalam kasus ini kita dapat mengatakan bahwa matematika adalah bahasa yang berusah untuk mernghilangkan sifat kabur,majemuk, dan emosional dari bahsa verbal. Lambang-lambang dari matematika dibuat secara artificial dan individu yang merupakan perjanjian yang berlaku khusus untuk masalah yang sedang kita kaji.

Misalkan

X : kecepatan jalan kaki seorang anak

Y : jarak yang ditempuh seorang anak

Z : waktu berjalan seorang anak

Untuk melambang hubungan tersebut sebagai Z = Y/X

Secara matematik pernyataan tersebut mempunyai sifat yang jelas,spesifik dan informatik dengan tidak menimbulkan konotasi yang bersifat emosional.

 

Sifat kuantitatif dari matematika

Matematika mengembangkan bahsa numeric yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantiatif. Dengan bahasa verbal bila membandingkan 2 objek yang berlainan seperti gajah dan semut maka kta hanya bisa mengatkan bahwa gajah lebih besar dari semut. Bahasa verbal hanya mampu merngemukakan pernyataan yang bersifat kualitatif.

Untuk mengatasi masalah ini matematika mengembangkan konsep pengukuran. Melalui pengukuran , kita dapat mengetahui secara tepat berapa panjang sebatang logam dan berapa pertambahan panjangnya jika logam dipanaskan. Denga mengetahhui inilah maka pertanyaan ilmiah yang berupa pernyataan kualitatif eperti “sebatang logam kalau dipanaskan akan memanjang” dapat diganti dengan pernyataan metamatika (rumus) :

Pt = Po (l+nt)

*Ket

Pt : panjang logam pada temperature t

Po : panjang logam pada temperature 0

n : koef muai logam

sifat kuantitatif inilah yang meningkatkan daya prediktif dan control dari ilmu. Ilmu memberikan jawaban yang lebih eksak , memungkinkan pemacahan masalah yang lebih tepat dan cermat. Matematika memungkinkan ilmu mengalami perkembangan dari tahp kualitatif ke kuantitatif. Perkembangan ini merupakan suatu hal yang imperative jika menginginkan daya prediksi dan control yang lebih tepat dan cermat dari ilmu.

 

Matematika : sarana berfikir deduktif

            Seperti diketahui berfikir deduktif adalah proses pengambulan kesimpulan yang didasarkab pada premis-premis yang kebenarannya telah ditentukan. Untuk menghitung jumlah sudut dalam segitiga harus mendasarkan pada premis .

P1 : kalau  terdapat dua garis sejajar maka sudut-sudut yang dibentuk keda garis sejajar tersebut dengan garis yang ketiga adalah sama .

P2: bahwa jumlah sudut yang dibentuk oleh sebuah garis lurus adalah 180 derajat.

Penggambaran 

(1)   α 3 =β1

(2)   α2=γ1

(3)   δ=α1+β1+γ1

(4)   δ=α1+α2+α3

secara deduktif dapat dibuktikan bahwa jumlah sudut-sudut sebuah segitida adalah 180 derajat. Dari beberapa premis yang telah diketahui kebenarannya dapat ditemukan pengetahuan yang memperkaya ilmu kita.

 

 

Perkembangan matematika

Dari segi perkembangannya maka ilmu dapat dibagi dalam 3 tahap yaitu :

  • tahap sistematika
  • tahap komparatif
  • tahap kuantitatif

 

v  tahap sistematika , ilmu yang mulai menggolong-golongkan obyek empiris kedalam kategori tertentu.

v  Komparatif mulai melakukan perbandingan antara obyek yang satu dengan obyek yang lain,selanjutnya kita mencari hubungan yang didasarkan kepada perbandingan antara berbagai obyek yang dicari.

v  Tahap kuantitaatif , tahap mencari hubungan sebab akibat yang didasarkan pada pengukuran yang eksak dari obyek yang sedang kita selidiki. Dalam hal ini bahasa verbal berfungsi dengan baik dalam kedua tahap yang pertama namun dalam tahap yang ketiga maka pengetahuan membutuhkan matematika.

Lambang-lambang matematika mengandung informasi tentang obyek tertentu dalam dimensi-dimensi pengukuran. Disamping sarana berfikir deduktif yang berupa aspek estetik , matematika juga merupakan kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Griffis dan Howson(1974) membagi sejarah perkembangan matematika menjadi 4 tahap,yaitu :

v  Tahap pertama berkembang pada peradaban Mesir Kuno yang digunakan  untuk perdagangan,pertanian,bangunan dan usaha mengontrol alam seperti banjir.

v  Tahap kedua berkembang pada peradaban Babylonia dan Mesopotamia yang mengembangkan kegunaan praktis dari matematika.

v  Tahap ketiga berkembang pada peradaban Yunani yang melatakkan dasar matematika sebagai cara berfikir rasional dengan menetapkan berbagai langkah dan definisi tertentu. Euclid 300SM mengumpulkan semua pengetahuan ilmu ukur dalam bukunya Elements dengan penyajian secara sistematis dari berbagai postulat,definisi, dan teorema. Orang Yunani sangat memperhatikan I dlmu ukur yang tercermin dalam buku Euclid dimana pada tahun 1000 bangsa Arab,India,dan China mengembangkan ilmu aljabar.

v  Zaman Renaissance meletakkan dasar bagi kemajuan matematika modern selanjtnya. Ditemukanlah kalkulus diferensial yang memungkinkan kemajuan yang cepat diabad 17 dan evolusi abad 18

Matematika merupakan alat komunikasi yang memungkinkan ditemukannya kebenaran ilmiah lewat berbagai disiplin keilmuan.

 

Beberapa aliran dalam filsafat matematika

            Immanuel kant(1724-1804) berpendapat bahwa matematika merupakan pengetahuan yang bersifat  sintetik,apriori dimana eksistensi matematika bergantung dari pancaindera serta pendapat dri aliran yang disebut logistic. Aliran logistic berpendapat bahwa matematika merupakan cara berfikir logis yang salah satu atau benarnya dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia empiris. Tesis utama kaum logistic adalah bahwa matematika merupakan cabang dari logika.

Jan Brouwer (1881-1966) , kaum intuisionis menyatakan bahwa intuisi murni dari berhitung merupakan titik tolak tentang matematika bilangan. Hakikat sebuah bilangan harus dapat dibentuk melalui kegiatan inttuitif dalam berhitung (counting) dan menghitung(calculating)

David Hilbert(1862-1925), kaum formalis berpendapat bahwa banyak  masalah – masalah dalam bidang logika yang sama sekali tidak da hubunganya dengan matematika. Kaum fomalis menekankan pada aspek formal dari matematika sebagai bahasa perlambang dan mengusahakan konsistensi dalam penggunaan matematika sebagai bahasa lambang.

Walaupun ketiga pandangan ini memiliki perbedaan tidak menjadikan ini sebagai suatu kelemahan namun justru menguatkan satu sama lain. Dengan memberikan inspirasi antara aliran  yang satu dengan yang lain dalam suatu titik-titik pertemuan yangdisebut Black. Black ini sebagai kompromi yang bersifat elektrik.

Kaum logistic mempergunakan system symbol yang dikembangkan oleh kaum formalis dalam kegiatan alanisnya. Kaum intuisionis memberikan titik tolak dalam mempelajari matematika dalam perspektif kebudayaan suatu masyarakat tertentu yang akan dikembangkan menjadi filsafat pendidikan matematika yang sesuai.ketiga pemahaman ini memperkukuh matematika sebagai sarana kegiatan berfikir deduktif.

Matematika dan peradaban

Sekitar 3500 SM bangsa Mesir kuno telah mempunyai symbol yang melambangkan angka-angka. Para pendeta mereka merupakan ahli matematika yang pertama, yang melakukan pengukuran pasang surutnya sungai Nil dan meramalkan timbulnya banjir.

Matematika merupakan bahasa artificial yang dikembangkan untuk menjawab kekurangan bahasa verbal yang bersifat alamiah. Matematika makin lama makin abstrak dan eksoterik yang makin menjauh dari tanggakapan orang awam,magis,dam misterius

Matematika tidak dapat dilepaskan dari perkembangan peradaban manusia. Dalam bidang ilmu modern,matematika adalah sesuatu yang imperative (sarana untuk mengingkatkan penalaran deduktif)

Dalam hal ini, angka bukan menjadi tujuan untuk menggantikan kata-kata pengukuran dalam menjelaskan persoalan yang menjadi analis utama. Teknik matematika yang tinggi bukan penghalang untuk mengkomunikasikan pernyataan yang terkandung dalam kalimat sederhana.

 

STATISTIKA

Teori peluang merupakan hasil dari pemikiran dari beberapa ahli yaitu ahli matematika amatir , Chevalier de Mere dengan ahli matematika Prancis yaitu Blaise Pascal  dan Descartes. Namun  pendeta Thomas Bayes  mengembangkan teori peluang subyektif berdasarkan kepercayaan seseorang akan terjadinya suatu kejadian. Teori ini berkembang menjadi cabang khusus dalam statistika sebagai pelngkap teori peluang yang bersikat obyektif.

Peluang merupakan dasar dari teori statistika,konsep baru yang tidak dikenal dalam pemikiran Yunani kuno,Romawi bahkan Eropa abad pertengahan. Konsep statistika sering dikaitkan dengan distribusi variable yang ditelaah dalam suatu populasi tertentu.

Abraham Demoivre(1667-1754) mengembangkan teori galat atau kekeliruan. Pada tahun 1757 Thomas Simpson menyimpulkan bahwa terdapat suatu distibusi yang berlanjut dari suatu variable dalam suatu rekuensi yang cukup banyak. Pierre Simon de Laplace (1749-1827) mengembangkan konsep Demoivre dan Simpson ini lebih lanjut dan menemukan distribusi normal,sebuah konsep yang mungkin paling umum dan paling banyak dipergunakan dalam analisis statistika disamping teori peluang.

 

Statistika dan cara berfikir induktif

Ilmu secara sederhana dapat didefinisikan sebagai pengetahuan yang telah teruji kebenarannya. Pernyataan ini bersifat factual,dengan konsenkuensi dapat diuji baik dengan jalan mempergunakan pancaindera, maupun dengan mempergunakan alat-alat yang membantu pancaindera tersebut. Pengujian empiris merupakan salah satu mata rantai dalam metode ilmiah yang membedakan ilmu dari pengetahuan lainya.

Statistika merupakan pengetahuan untuk melakukan penarikan kesimpulan induktif secrara lebih seksama. Selain itu statistika merupakan penmgetahuan yang memungkinkan kita untuk menghitung tingkat peluang ini dengan eksak. Statistika member cara untuk dapat menarik kesimpulan yang bersifat umum dengan jalan mengamati hanya sebagian dari populasi yang bersangkutan. Statistika mampu memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yangditearik tersebut, dengan pokok didasarkan pada asas yang sangat sederhana, yakni makin besar contoh yang diambil maka makin tinggi pula tingkat ketelitian kesimpulan tersebut.

Statistika memberi kemampuan kepada kita untuk mengetahui apakah suatu hubungan kausalita antara dua faktor memang benar-benar terkait dalam suatu hubungan yang bersifat empiris.  Selain itu statistika memberikan sifat yang pragmatis kepada penalahaan keilmuan diamana didalam kesadaran bahwa suatu kebenaran absolute tidak mungkin dapat dicapai, kita harus berpendiriian dan bertanggung jawab atas kebenaran yang diperoleh. Penarikan kesimpulan secara statistika memungkinkan kita melakukan kegiatan secara ekonomis.

Penarikan kesimpulan induktif pada hakikatnya berbeda dengan penarikan kesimpulan deduktif. Dalam penalaran deduktif maka kesimpulan yang ditarik adalah benar dan prosedur penarikan kesimpulannnya adalah sah. Sedangkan dalam penalaran induktif meskipun premis-premisnya adalah benar dan prosedur penarikan kesimpulannya adalah sah maka kesimpulannya belum tentu benar.

 

Karakteristik berfikir induktif

Kesimpulan yang ditarik secara induktif, meskipun prermis yang dipakai adalah benar dan penalaran induktifnya adalah sah , namun kesimpulannya mungkin saja salah. Logika induktif tidak memberikan kepastian namun sekedar peluang untuk premis-premis tersebut dapat ditarik. Jika selama bulan Oktober dalam beberapa tahun yang lalu hujan selalu turun, maka kita tidak bisa memastikan bahwa selama bulan Oktober tahun ini juga akan turun hujan. Kesimpulan yang bisa ditarik hanya pengetahuan tingkat peluang untuk hujan dalam tahun ini juga akan turun.

Statistika merupakan pengetahuan yang memungkin kita untuk menari kesimpulan secara induktif berdasarkan peluang tersebut. Dasar dari teori statistika adalah teori peluang. Teori peluang merupakan cabang dari matematika sedangkan statistika merupakan disiplin tersendiri. Menurut bidang pengkajiannnya statistika dapat dibedakan sebagai

  • statistika teoretis : merupakan pengetahuan yang mengkaji dasar-dasar teori statistika , dimulai dengan penarikan contoh, distribusi, penaksiran, dan peluang.

 

  • statistika terapan.  : penggunaan statistika teoretis yang disesuaikan dengan bidang tempat penerapannya. Contoh bagaimana cara menghitung rentangan kekeliruan dan tingkat peluang, bagaimana harga rata-rata dan sebagainya

 

statistika memberi jalan bagaimana kita menarik kesimpulang yang bersifat umum dari suatu contoh dengan tingkat peluang dan kekeliruanya.

Tugas ompe : perencanaan strategik

Perencanaan Strategik

Klinik Kecantikan Purple dengan Klinik Kecantikan Bell A’mour 

1.Pengumpulan Data

1.1 Kekuatan (strength) Kecantikan Purple :

  1. Banyak dikunjungi pasien : Klinik kecantikan  ini sudah ternama dan memiliki pelayanan kecantikan yang lengkap  .
  2. Therapist handal dan ramah : setiap pasien datang selalu dilayani dengan baik dan selalu memberikan senyuman.
  3. Dokter spesialis ramah dan teliti :  terdapat tenaga dokter spesialis yang secara teliti memeriksa dan melayani pasien dengan ramah dan memberi penjelasan yang baik tentang kulit sehat.
  4. Gedung sejuk, aman dan nyaman : gedung tertata rapi sehingga pasien nyaman menunggu dokter selama perawatan berlangsung pasien bisa mendengarkan alunan musik klasik yang menenangkan .
  5. Tempat parkir luas : karena di depan klinik terdapat lahan yang luas sehingga pengunjung dapat parkir kendaraannya di tempat yang telah disediakan.

1.2  Kelemahan (weakness) Klinik Kecantikan Purple :

  1. Letak lokasi sulit di jangkau : karena terdapat di dalam komplek.
  2. Dokter hadir ditempat pada waktu tertentu : untuk itu pada perawatan tertentu perlu membuat perjanjian terlebih dahulu.
  3. Biaya cukup mahal : sesuai dengan hasil yang akan diterima pasien.
  4. Pendaftaran pasien terbatas : pendaftaran pasien terbatas mulai pukul 10.00-12.00.
  5. Hari beroperasi terbatas : klinik ini beroperasi pada hari senin-kamis sedangkan hari libur klinik ini tutup atau dengan perjanjian.

1.3  Peluang (Opportunities) :

  1. Tidak mempunyai pelanggan yang banyak : klinik kecantikan tersebut baru sehingga masyarakat masih ragu untuk datang ke klinik tersebut.
  2. Lahan parkir sempit : karena terletak di pinggir jalan sehingga sulit untuk parkir.
  3. Therapist kurang sabar dalam memberi pelayanan : maka itu pasien tidak mendapat pelayanan secara prima.
  4. Tenaga dokter bukan spesialis kulit : karena itu banyak masyarakat yang ragu.
  5. Belum mempunyai pelanggan yang tetap : karena masih baru dan belum diketahui oleh masyarakat.

1.4  Ancaman (Threats) :

  1. Biaya lebih Murah : misalnya untuk perawatan facial hanya Rp.70.000,00
  2. Lokasi strategis : terletak di pinggir jalan raya.
  3. Promosi yang dilakukan pesaing sangat gencar : karena masih baru klinik tersebut melakukan berbagai macam promosi
  4. Tenaga Dokter selalu ada ditempat : pasien tidak perlu membuat janjji terlebih dahulu jika ingin berkonsultasi.
  5. Pendaftaran pasien jauh lebih lama : pukul 10.00-15.00

2.  Analisa Data

2.1  Kekuatan :

  1. Banyak dikunjungi Pasien
  2. Therapist handal dan ramah
  3. Dokter spesialis ramah dan teliti
  4. Gedung sejuk, aman dan nyaman
  5. Tempat parkir luas

2.2  Kelemahan :

  1. Letak Lokasi sulit dijangkau
  2. Tenaga Dokter hadir pada waktu tertentu
  3. Biaya cukup mahal
  4. Pendaftaran pasien terbatas
  5. Hari beroperasi terbatas

2.3 Peluang :

  1. Tidak mempunyai pelanggan yang banyak
  2. Lahan Parkir yang Sempit
  3. Therapist kurang ramah
  4. Tenaga dokter bukan spesialis
  5. Belum mempunyai pelanggan yang tetap

2.4  Ancaman :

  1. Biaya lebih murah
  2. Lokasi strategis
  3. Promosi gencar dilakukan
  4. Tenaga dokter tiap hari ada ditempat
  5. Pendaftaran pasien jauh lebih lama

Matriks IFAS

No

Faktor Strategik Internal

Bobot

Skala

Score

Kekuatan (strenght)

1

Banyak dikunjungi pasien

0,1

3

0,3

2

Therapist handal dan ramah

0,1

4

0,4

3

Dokter spesialis ramah dan teliti

0,2

4

0,8

4

Gedung sejuk, aman dan nyaman

0,1

3

0,3

5

Tempat parkir luas

0,05

2

0,1

kelemahan (weakness)

1

Lokasi sulit dijangkau

0,1

1

0,1

2

Dokter hadir pada waktu tertentu

0,15

1

0,15

3

Biaya cukup mahal

0,05

2

0,1

4

pendaftaran pasien terbatas

0,05

4

0,2

5

Hari beroperasi terbatas

0,1

3

0,3

jumlah

1

2,75

 

Matriks EFAS

NO

Faktor Stretegik (eksternal)

Bobot

Skala

Score

Peluang (opportunity)

1

Tidak mempunyai pelanggan yang banyak

0,1

2

0,2

2

Lahan parkir sempit

0,1

2

0,2

3

Therapist kurang ramah

0,15

3

0,45

4

Tenaga dokter bukan spesialis kulit

0,15

4

0,6

5

Belum mempunyai pelanggan tetap

0,05

4

0,2

Ancaman (threats)

1

Biaya lebih murah

0,1

2

0,2

2

Lokasi strategic

0,05

3

0,15

3

promosi gencar dilakukan

0,1

2

0,2

4

Tenaga dokter tiap hari ditempat

0,15

2

0,3

5

Pendaftaraan pasien jauh lebih lama

0,05

3

0,15

jumlah

1

2,65

 

Strategi

  • Total skor FSI sebesar 2,75 menunjukan Kekutan (Strength) lebih besar dari Kelemahan(weakness)
  • Total skor FSE sebesar 2,65 menunjukan peluang (opportunity) lebih besar dari ancaman (threats)
  • Karena karena S>W DAN O>T, maka strategi yang dipilih adalah strategi SO
  • Strategi SO adalah menggunakan kekuatan utuk merenut peluang, strategi agresif, strategi ekspansi atau growth oriented strategy.

 

 

Tugas Filsafat

Hubungan Sanitasi Lingkungan Buruk  dengan Diare

A. Masalah

 Adakah masalah hubungan sanitasi lingkungan dengan diare?

 

B. Kerangka Teori

1.1 Sanitasi Lingkungan

Sanitasi lingkungan adalah Status kesehatan suatu lingkungan yang mencakup perumahan, pembuangan kotoran, penyediaan air bersih dan sebaginya.[1]

                Sanitasi lingkungan adalah pencegahan penyakit dengan jalan pengawasan tidak hanya terhadap lingkungan fisik manusia tapi juga pengawasan terhadap lingkungan biologis,social, dan ekonomi yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.[2]

Dengan belum memadainya tingkat kesehatan lingkungan akan menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit menular. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik yaitu kejadian diare. Kejadian diare sampai saat ini masih merupakan salah satu permasalahan kesehatan bagi masyarakat di indonesia baik dipedesaan maupun di perkotaan disamping bersifat endemis diare yang muncul sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang sering diikuti korban yang tidak sedikit dan permasalahn tentang diare didalam masyarakat masih merupakan masalah yang relatif besar.[3]

Peranan sanitasi terhadap faktor lingkungan yang berpengaruh negatif terhadap kesehatan perlu mendapat perhatian yang lebih cermat, seperti pengadaan dan pemanfaatan sarana bersih dan jamban keluarga. Bertitik tolak dari hal tersebut maka peranan komunikasi, informasi dan edukasi menjadi sangat penting dan menentukan. Hal ini tidak hanya menjadi tugas para petugas kesehatan, melainkan tugas kita bersama baik pemerintah secara lintas sektor maupun masyarakat.[4]

Buruknya kondisi sanitasi merupakan salah satu penyebab kematian anak di bawah 3tahun yaitu sebesar 19% atau sekitar 100.000 anak meninggal karena diare setiap tahunnya dan kerugian ekonomi diperkirakan sebesar 2,3% dari Produk Domestik Bruto.[5]

 

 

1.2. Diare

Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat diIndonesia, hal ini dikarenakan masih tingginya angka kesakitan diare yangmenimbulkan kematian terutama pada balita.[6]

Urusan penyakit diare dari berbagai faktor muaranya masih akan berujung pada masalah jamban, air bersih dan perilaku. Sebagaimana dikemukakan bahwa : Tantangan pembangunan sanitasi di Indonesia adalah masalah sosial budaya dan perilaku penduduk yang terbiasa buang air besar (BAB) di sembarang tempat, khususnya ke badan air yang juga digunakan untuk mencuci, mandi dan kebutuhan higienis lainnya.[7]

Penyakit diare hingga kini masih merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak diseluruh dunia terutama negara – negara berkembang. Di Indonesia diperkirakan angka kesakitan antara 150 – 430 perseribu penduduk setahunnya.[8]

Patogenesa diare akut dimulai dengan masuknya kuman kedalam usus halus kemudian bermultiplikasi didalamnya, mengeluarkan toksin sehingga kekurangan cairan. Bila tidak dilakukan pertolongan sesegera mungkin dengan cara yang benar, maka dapat menyebabkan kematian.  Oleh karena itu, pertolongan pertama pada diare berupa pemberian cairan yang bertujuan untuk menggantikan cairan yang hilang dan untuk memenuhi kebutuhan sangat diperlukan. Penyakit diare akut 70 – 90% dapat diketahui dengan pasti penyebabnya, baik penyebab langsung maupun tidak langsung. Penyebab tidak langsung dipengaruhi oleh hygiene sanitasi, keadaan gizi, kepadatan penduduk, sosial ekonomi, sosial budaya dan faktor lain seperti iklim, sedangkan penyebab langsung diare terkait dengan masalah infeksi (bakteri, virus, parasit), gangguan malabsorbsi, makanan basi, makanan yang tidak bersih atau beracun, alergi, dan imunodefisiensi. Kebiasaan penduduk desa yang suka membuang kotoran disungai, tidak mencuci tangan dengan air sabun sebelum memberi makan pada anak, tidak menjaga kebersihan makanan, serta perilaku yang tidak mencerminkan pola hidup sehat dapat menjadi menyebabkan timbulnya diare. Pemberian makanan tambahan yang dini pada bayi sebelum usia 4 – 6 bulan tak jarang dapat menimbulkan diare.[9]

 

 

C.Hipotesis

Ada Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Diare

 

 

[1] Cagalli,”Sanitasi Lingkungan”,http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/sanitasilingkungan(2008),diunduh 6 April 2013

[2]  Iwan Antomi,”Makalah Sanitasi Lingkungan”,http://www.slideshare.net/makalah-sanitasi-lingkungan(2008),diunduh 6 April 2013

[3] Hamsinah,Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare di Desa Bontolangkasa Utara Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa(Makasar: AKL Depkes,2008), hlm.13

[4] Munadir,”SANITASI LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DIARE DI KELURAHAN TAKALAR KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR”, http://fkm-uvri.blogspot.com/2012/04/jurnal-2.html,(2012),hlm.1,diunduh 12 April 2013

 

[5] Munif Arifin,”Pengaruh Sanitasi Buruk Terhadap Kejadian Penyakit Diare”,http://publichealth- journal.helpingpeopleideas.com/diare-dan-sanitasi(2013),hlm.3,diunduh 1 April 2013

 

[6] BHAKTI ROCHMAN TRI BINTORO,”HUBUNGAN ANTARA SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIANDIARE PADA BALITA DI KECAMATAN JATIPURO KABUPATEN  KARANGANYAR  ”,http://www.scribd.com/doc/90416215/HUBUNGAN-Sanitasi-Lingkungan-dIARE”(2010),hlm.1,diunduh 12 April 2013

[7] Munif, loc.cit

[8] M.H. Abdoerrachman,dkk, Ilmu Kesehatan Anak 1.(Jakarta: Universitas Indonesia),hlm.10

[9] Ibid.

Daftar pustaka

Abdoerrachman,M.H, dkk. Ilmu Kesehatan Anak 1. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 1985

Cagalli.”Sanitasi Lingkungan”http://creasoft.wordpress.com/2008/04/15/sanitasi-lingkungan,diunduh 6 April 2013

Hamsinah, 2008. Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare di Desa Bontolangkasa Utara Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa , skripsi tidak diterbitkan, Makassar, AKL Depkes.

 

http://www.slideshare.net/iwantantomi/makalah-sanitasi-lingkungan-16338080,diunduh 6 April 2013

Munadir,”SANITASI LINGKUNGAN DAN KEJADIAN DIARE DI KELURAHAN TAKALAR KECAMATAN MAPPAKASUNGGU KABUPATEN TAKALAR”, http://fkm-uvri.blogspot.com/2012/04/jurnal-2.html,(2012),hlm.1,diunduh 12 April 2013

Munif Arifin,”Pengaruh Sanitasi Buruk Terhadap Kejadian Penyakit Diare”,http://publichealth- journal.helpingpeopleideas.com/diare-dan-sanitasi(2013),diunduh 1 April 2013

Hello world!

Selamat Datang di Weblog Universitas Esa Unggul.

Website ini dapat digunakan para mahasiswa untuk mengirim tugas yang yang dikerjakan di blog kemudian link ke website hybrid learning dengan cara sebagai berikut :

1. Buka blog milik anda
2. Klik judul tulisan di blog yang akan dikirim atau di link ke web hybrid learning
3. Blok alamat blog yang muncul di kolom alamat situs (URL) lalu klik ‘copy’ dengan mouse
4. Buka web hybrid learning ( http://elearning.esaunggul.ac.id )
5. Klik nama mata kuliah yang muncul di halaman depan web hybrid learning, apabila mata kuliah tersebut belum ada, cari di daftar mata kuliah yang terdapat di fakultas masing-masing.
6. Klik judul tugas pada tampilan di bawah blok ’Topik perkuliahan’ (Topic outline)
7. Klik ‘Membuat/mengedit’ (Edit my submission).
8. Klik “paste” pada di “lembar penyerahan” dengan mouse
9. Blok tulisan tersebut
10. Klik gambar “sisipkan link web”
11. Hapus “http://”
12. Klik “paste” pada kolom “URL” dengan mouse
13. Klik ‘OK”
14. Klik “Simpan perubahan” (save change)

Bila Anda menemumui kesulitan, pedoman blog pembelajaran Universitas Esa Unggul dapat diakses di sini : http://elearning.weblog.esaunggul.ac.id

For your information : Setelah peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan dari ranking 60 menjadi ranking 32 pada bulan Juli 2012, maka peringkat webometrics Universitas Esa Unggul mengalami kenaikan lagi pada bulan Februari 2013. Kini, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 24 webometrics perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan untuk kalangan perguruan tinggi swasta, Universitas Esa Unggul menduduki peringkat 9 atau sepuluh besar dalam webometrics PTS se Indonesia.

Regards,
Departemen Dukungan Pembelajaran
Universitas Esa Unggul
ddp@esaunggul.ac.id
021 567 4223 ext 240